Scan struk dan faktur dengan AI: baca data nota dari foto
Scan struk dengan AI mengubah foto struk, nota, kuitansi, atau faktur pajak menjadi kolom data terstruktur: nama penjual dan nomor pajaknya (misalnya NPWP), nomor dokumen, tanggal, mata uang, total, nilai sebelum pajak, tarif dan jumlah PPN, kuantitas, harga satuan, dan rincian item. Kolom yang tidak terbaca dibiarkan kosong dan disebutkan namanya; total tidak dihitung ulang dan mata uang tidak dikonversi. Bisa tidaknya PPN di dokumen itu dikreditkan tidak ditentukan oleh alat ini: menurut DJP, PPN dalam faktur pajak eceran — struk kasir, bon kontan, karcis, kuitansi tanpa identitas pembeli — adalah pajak masukan yang tidak dapat dikreditkan. Di Logistivo, sopir memindai struk dari aplikasi pengemudi dan struk langsung terhubung ke truk yang dipegangnya pada hari itu.
-
Truk berangkat dari Surabaya ke Jakarta, lalu menyeberang ke Lampung. Sopir pulang membawa amplop berisi struk SPBU, nota tambal ban tulisan tangan, kuitansi bengkel di jalur Pantura, karcis parkir, tiket penyeberangan Merak–Bakauheni, bukti timbang, dan beberapa nota warung makan. Bagian keuangan harus mengubah tumpukan ini menjadi dua hal yang berbeda: laporan uang jalan dan biaya per trip (berapa sebenarnya biaya truk ini untuk muatan ini, berapa sisa uang jalan sopir) dan dokumen pajak (mana yang PPN-nya bisa dikreditkan, mana yang hanya biaya, dan berapa lama harus disimpan).
-
Alat di bagian atas halaman ini menyelesaikan masalah pertama dengan cepat: membaca kolom dari foto. Masalah kedua tidak diselesaikannya, tetapi alat ini mengeluarkan persis kolom yang dibutuhkan untuk itu. Halaman ini membahas masalah kedua dengan aturan Indonesia, ditambah catatan singkat untuk pembaca di Malaysia.
Kolom apa saja yang dibaca dari foto struk?
-
Kolom apa saja yang dibaca dari foto struk? — Unggah satu dokumen — JPEG, PNG, WebP, HEIC, atau PDF, maksimal 8 MB. Hasilnya:
-
jenis dokumen (struk, faktur, tiket tol, struk BBM) dan nama penjual;
-
kode negara penjual bila tercetak, dan nomor pajak penjual — NPWP atau nomor lain persis seperti yang tercetak;
-
nomor dokumen, tanggal, dan mata uang (kode ISO);
-
total, nilai sebelum pajak, jumlah dan tarif PPN;
-
kategori biaya, kuantitas dan satuan (liter, kg, buah, km, jam), serta harga satuan;
-
petunjuk cara bayar: tunai, kartu, kartu BBM, tagihan, atau tidak diketahui;
-
rincian item, skor keyakinan, daftar kolom yang tidak terbaca, catatan, dan ringkasan singkat dalam bahasa Indonesia.
Apa yang sengaja tidak dilakukan alat ini saat membaca?
-
Apa yang sengaja tidak dilakukan alat ini saat membaca? — Empat aturan ini disengaja, karena angka yang salah tapi masuk akal lebih berbahaya daripada kolom yang kosong:
-
Tidak menebak — Kolom yang tidak terbaca atau tidak ada kembali kosong dan namanya masuk daftar kolom yang tidak terbaca. Jika hanya hari dan bulan yang tercetak, tanggal dibiarkan kosong — tahun tidak dikarang.
-
Tidak menghitung ulang — Jika total yang tercetak berbeda dengan jumlah item, keduanya dikembalikan apa adanya disertai catatan. Hitungan tidak "dibetulkan" diam-diam.
-
Tidak mengonversi — Jumlah dikembalikan dalam mata uang yang tercetak di dokumen. Konversi bukan tugas pembaca struk.
-
Tidak menyimpan file — File tidak ditulis ke disk: diproses, hasilnya dikembalikan, lalu dibuang. Hasil ditampilkan utuh. Setiap pengunjung mendapat jatah percobaan gratis yang terbatas, dipakai bersama untuk semua alat AI gratis Logistivo; permintaan yang ditolak atau gagal tidak dihitung. Setelah itu cukup buat akun gratis.
Struk SPBU itu faktur pajak atau bukan?
-
Menurut Direktorat Jenderal Pajak, PKP pedagang eceran adalah PKP yang menyerahkan barang atau jasa kepada pembeli dengan karakteristik konsumen akhir — pembeli yang mengonsumsi langsung dan tidak memakainya untuk kegiatan usaha. Untuk penyerahan seperti itu dibuat faktur pajak eceran, yang boleh tidak mencantumkan identitas pembeli serta nama dan tanda tangan pihak yang berhak menandatangani.
-
Bentuknya bisa bon kontan, faktur penjualan, segi cash register, karcis, kuitansi, atau tanda bukti penyerahan atau pembayaran lain yang sejenis. Isinya paling sedikit: nama, alamat, dan NPWP penjual; jenis barang atau jasa, harga jual, dan potongan harga; PPN (atau PPN dan PPnBM) yang dipungut; serta kode, nomor seri, dan tanggal. Jika tidak diisi dengan benar, lengkap, dan jelas, penjual dikenai denda 1% dari dasar pengenaan pajak menurut Pasal 14 ayat (4) UU KUP.
-
Konsekuensinya bagi perusahaan angkutan tegas: PPN yang tercantum dalam faktur pajak eceran adalah pajak masukan yang tidak dapat dikreditkan. Struk SPBU biasa, karcis parkir, dan nota warung adalah bukti biaya — bukan dasar pengkreditan.
Faktur pajak dengan identitas pembeli vs faktur pajak eceran
-
Faktur pajak dengan identitas pembeli vs faktur pajak eceran — Perbedaan inilah yang biasanya menentukan apakah dokumen yang dibawa sopir cukup untuk mengkreditkan PPN:
-
Nama, alamat, dan NPWP penjual — Faktur pajak dengan identitas pembeli: Wajib | Faktur pajak eceran (struk, bon, karcis): Wajib
-
Identitas pembeli — Faktur pajak dengan identitas pembeli: Dicantumkan | Faktur pajak eceran (struk, bon, karcis): Boleh tidak dicantumkan
-
Jenis barang atau jasa, harga jual, potongan — Faktur pajak dengan identitas pembeli: Wajib | Faktur pajak eceran (struk, bon, karcis): Wajib
-
PPN (dan PPnBM) yang dipungut — Faktur pajak dengan identitas pembeli: Wajib | Faktur pajak eceran (struk, bon, karcis): Wajib
-
Kode, nomor seri, tanggal — Faktur pajak dengan identitas pembeli: Wajib, dibuat secara elektronik | Faktur pajak eceran (struk, bon, karcis): Wajib; kode dan nomor seri boleh ditentukan sendiri sesuai kelaziman usaha pedagang eceran
-
Nama dan tanda tangan yang berhak — Faktur pajak dengan identitas pembeli: Dicantumkan | Faktur pajak eceran (struk, bon, karcis): Boleh tidak dicantumkan
-
Bentuk — Faktur pajak dengan identitas pembeli: Faktur pajak elektronik | Faktur pajak eceran (struk, bon, karcis): Bon kontan, faktur penjualan, segi cash register, karcis, kuitansi, atau bukti sejenis
-
PPN bagi pembeli — Faktur pajak dengan identitas pembeli: Dapat dikreditkan bila syaratnya terpenuhi | Faktur pajak eceran (struk, bon, karcis): Tidak dapat dikreditkan
Kapan sopir harus meminta faktur atas nama perusahaan?
-
Definisi DJP sendiri memberi jalan keluarnya: penyerahan dianggap eceran bila pembelinya konsumen akhir yang tidak memakai barang atau jasa untuk kegiatan usaha. Perusahaan angkutan yang membeli ban, suku cadang, atau jasa bengkel untuk truknya bukan konsumen akhir. Jika perusahaan Anda PKP dan ingin mengkreditkan PPN atas belanja itu, mintalah faktur pajak dengan identitas perusahaan dari penjual yang juga PKP, bukan sekadar struk.
-
Faktur pajak dibuat secara elektronik di sistem DJP; sejak penerapan Coretax DJP, pembuatannya mengikuti sistem inti administrasi perpajakan yang baru itu. Artinya, foto struk tidak pernah bisa berubah menjadi faktur pajak — faktur dibuat oleh penjual, bukan oleh pembeli yang memotret.
-
Satu pesan yang perlu diingat setiap sopir: untuk belanja besar di bengkel atau toko ban, sebutkan nama dan NPWP perusahaan sebelum nota dicetak. Kekurangan ini tidak bisa diperbaiki belakangan dari foto; penjual sendiri yang harus membuat fakturnya.
PPN 12% atau 11%: angka mana yang tercetak di struk?
-
Pada 31 Desember 2024 pemerintah menetapkan tarif PPN 12% melalui PMK Nomor 131 Tahun 2024, tetapi tarif 12% itu hanya berlaku untuk barang dan jasa yang tergolong mewah. Untuk barang dan jasa yang tidak mewah, PPN tetap efektif 11%: PKP memakai DPP nilai lain dengan koefisien 11/12 dan kode faktur 04, seperti dijelaskan petugas DJP.
-
Contoh hitungan: harga jual Rp1.200.000, DPP nilai lain 11/12 × Rp1.200.000 = Rp1.100.000, PPN 12% × Rp1.100.000 = Rp132.000 — sama dengan 11% dari harga jual. Karena itu struk atau faktur yang mencetak DPP Rp1.100.000 dan tarif 12% tidak salah, walau sekilas tampak aneh.
-
Alat ini mengembalikan tarif dan jumlah PPN sebagaimana tercetak. Ia tidak mengubah 12% menjadi 11% atau sebaliknya, dan tidak menghitung PPN dari tarif bila jumlahnya tidak tercetak. Pemeriksaan kesesuaian tetap tugas bagian pajak.
Bagaimana mengecek jumlah PPN di struk sendiri?
-
Untuk barang dan jasa tidak mewah yang PPN efektifnya 11%, PPN dalam total yang sudah termasuk pajak = total × 11 ÷ 111. Struk Rp111.000 berisi PPN Rp11.000 dan harga jual Rp100.000. Untuk contoh DPP nilai lain di atas, total Rp1.332.000 memberi PPN Rp132.000 — rumus yang sama, karena hasil akhirnya tetap 11% dari harga jual.
-
Alat ini tidak menghitung; ia mengembalikan yang tercetak. Tetapi tiga angka dalam hasil — total, nilai sebelum pajak, dan PPN — cukup untuk melihat dalam hitungan detik apakah ada angka yang salah terbaca atau struknya sendiri yang salah cetak. Selisih satu rupiah biasanya pembulatan; selisih ribuan rupiah adalah tanda untuk melihat struknya langsung.
-
Struk digital dari aplikasi pembayaran atau email juga bisa diunggah: tangkapan layar dibaca seperti foto, dan berkas PDF bisa diunggah langsung. Syaratnya sama — satu gambar, satu struk, utuh dari nama penjual sampai total.
Biaya perjalanan mana dibuktikan dengan dokumen apa?
-
Solar, AdBlue — Dokumen: Struk SPBU; bila memakai kartu BBM armada, laporan dari penerbit kartu | Perhatikan: Liter dan harga per liter sama pentingnya dengan total — dari situ konsumsi dihitung
-
Tol — Dokumen: Riwayat transaksi kartu uang elektronik | Perhatikan: Pembayaran di gerbang tol memakai kartu, sering tanpa struk; simpan riwayat transaksinya
-
Penyeberangan — Dokumen: Tiket kapal penyeberangan | Perhatikan: Tanggal dan golongan kendaraan di tiket membantu mencocokkan dengan trip
-
Parkir, retribusi — Dokumen: Karcis | Perhatikan: Bukti biaya; bila ada PPN di karcis eceran, tidak dapat dikreditkan
-
Makan di jalan — Dokumen: Nota warung atau struk restoran | Perhatikan: Biaya trip, bukan pajak masukan
-
Tambal ban, bengkel, ban — Dokumen: Nota atau kuitansi; faktur pajak bila bengkel PKP | Perhatikan: Untuk belanja besar, minta faktur atas nama perusahaan
-
Jembatan timbang — Dokumen: Bukti timbang | Perhatikan: Juga bukti operasional berat muatan
-
Penginapan — Dokumen: Bon hotel atau losmen | Perhatikan: Nama perusahaan di bon memudahkan pembukuan
-
Tilang — Dokumen: Bukti tilang atau bukti bayar denda | Perhatikan: Bukan pembelian barang atau jasa; tidak ada PPN di dalamnya
Uang jalan sopir: bagaimana merapikan laporannya?
-
Di banyak perusahaan, sopir menerima uang jalan sebelum berangkat dan menyerahkan nota setelah pulang. Selisihnya — kurang atau lebih — baru jelas kalau setiap nota sudah terbaca, diberi cara bayar yang benar, dan dikaitkan ke trip yang tepat. Tiga masalah paling sering muncul: nota tulisan tangan yang tidak lengkap, nota yang hilang, dan struk kartu BBM yang ikut diganti seolah dibayar sopir.
-
Untuk nota tulisan tangan, daftar kolom yang tidak terbaca adalah titik awal: tanyakan ke sopir di hari yang sama, selagi ia masih ingat. Untuk nota yang hilang, lebih jujur dicatat sebagai pengeluaran tanpa struk dengan keterangan, daripada dibuatkan kuitansi pengganti. Untuk kartu BBM, lihat bagian berikut.
Langkah menutup laporan uang jalan per trip
-
Langkah menutup laporan uang jalan per trip — Urutan sederhana yang mencegah sebagian besar selisih antara sopir dan bagian keuangan:
-
Kumpulkan di hari kedatangan — Minta sopir menyerahkan semua nota pada hari truk kembali, bukan di akhir bulan; kertas termal dan ingatan sama-sama cepat pudar.
-
Satu foto, satu nota — Foto sepuluh struk di atas meja tetap dibaca sebagai satu dokumen. Potret satu per satu, utuh dari judul sampai total.
-
Tandai cara bayar — Tunai dan kartu pribadi sopir diganti; kartu BBM armada dan kartu perusahaan tidak, karena uang sopir tidak keluar.
-
Pisahkan faktur pajak — Dokumen dengan identitas perusahaan sebagai pembeli dikirim ke bagian pajak; struk eceran langsung menjadi biaya.
-
Isi kolom yang kosong — Kolom yang tidak terbaca ditanyakan ke sopir di hari yang sama, bukan diisi dengan perkiraan.
-
Cocokkan dengan riwayat kartu — Tol dan kartu BBM dicocokkan dengan riwayat transaksi atau laporan penerbit kartu, bukan hanya dengan struk.
-
Hitung selisih uang jalan — Uang jalan dikurangi biaya yang memang diganti ke sopir; hasilnya jelas arahnya — sopir mengembalikan atau perusahaan menambah.
Kartu BBM armada: kenapa struknya tidak diganti ke sopir?
-
Saat sopir mengisi solar dengan kartu BBM armada, struk dari SPBU hanya mencatat bahwa transaksi terjadi — SPBU mana, berapa liter, kadang empat digit terakhir kartu. Uang sopir tidak keluar; pembayaran berlangsung antara perusahaan dan penerbit kartu. Mengganti struk itu ke sopir, atau memasukkannya ke perhitungan uang jalan, sama dengan membayar solar yang sama dua kali.
-
Masalah sebaliknya ada pada kartu debit atau kredit biasa: dari struk tidak terlihat apakah kartu itu milik perusahaan atau milik pribadi sopir. Karena itu alat ini hanya memberi petunjuk cara bayar dan tidak memutuskan. Lebih murah bertanya kepada sopir daripada menebak: sopir yang kurang dibayar akan protes dan kesalahan diperbaiki, sopir yang kelebihan dibayar biasanya diam.
Kuitansi bengkel di atas Rp5 juta: perlu meterai?
-
UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai mengenakan bea meterai pada dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nilai nominal lebih dari Rp5.000.000 yang menyebutkan penerimaan uang, atau yang berisi pengakuan bahwa utang telah dilunasi seluruhnya atau sebagian (Pasal 3 ayat (2) huruf g). Tarifnya tetap Rp10.000 per dokumen (Pasal 5) dan dikenakan satu kali untuk setiap dokumen (Pasal 4). Batas nominal itu dapat diturunkan atau dinaikkan sesuai kondisi perekonomian nasional (Pasal 6).
-
Bagi armada, kasus yang paling sering adalah kuitansi bengkel atau toko ban untuk perbaikan besar di jalan. Alat ini membaca total kuitansi, tetapi tidak mendeteksi ada tidaknya meterai — itu bukan salah satu kolomnya. Jika totalnya di atas Rp5 juta, periksa meterainya dengan mata sebelum kuitansi diarsipkan.
Berapa lama struk dan faktur harus disimpan?
-
Menurut Pasal 28 ayat (11) UU KUP, sebagaimana diingatkan DJP, wajib pajak harus menyimpan buku, dokumen, atau catatan yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan selama 10 tahun di Indonesia. Tujuannya agar bukti lengkap dan akurat bisa ditunjukkan bila ada pemeriksaan atau permintaan klarifikasi.
-
Ada jebakan yang khas untuk alat pembaca struk: kolom hasil ekstraksi bukan salinan dokumen. Satu baris di spreadsheet berisi penjual, jumlah, dan PPN tidak menggantikan seluruh isi struk. Simpan fotonya juga, bukan hanya kolomnya, dan jangan membuang aslinya sebelum konsultan atau bagian pajak Anda memastikan bahwa itu boleh. Kertas termal memudar dalam hitungan bulan, jadi memotret di hari yang sama juga cara menyelamatkan dokumen.
-
Untuk biaya solar, data liter dan harga dari struk juga berguna saat menghitung penyesuaian tarif angkutan: lihat cara menghitung fuel surcharge truk dari harga solar.
-
cara menghitung fuel surcharge truk dari harga solar
Untuk pembaca di Malaysia: e-Invoice MyInvois dan SST
-
Malaysia tidak memakai PPN atau VAT, melainkan Cukai Jualan dan Perkhidmatan (SST). E-Invoice di Malaysia dijalankan oleh LHDN (HASiL) melalui MyInvois secara bertahap sejak 1 Agustus 2024, dimulai dari wajib pajak dengan pendapatan tahunan di atas RM100 juta. Tahap berikutnya dan batas pengecualiannya sudah beberapa kali disesuaikan, jadi periksa jadwal terbaru di portal HASiL sebelum mengandalkan tanggal tertentu.
-
Prinsipnya sama seperti di negara lain yang memakai faktur elektronik: foto resit bukan e-Invoice yang tervalidasi. Alat ini membaca isi resit — penjual, nomor pendaftaran, total, baris SST — tetapi tidak mengirim atau memvalidasi apa pun di MyInvois. Ringkasan ditulis dalam bahasa Indonesia yang umumnya juga mudah dipahami pembaca berbahasa Melayu.
Di mana pembacaan mesin sering keliru pada struk Indonesia?
-
Di mana pembacaan mesin sering keliru pada struk Indonesia? — Kesalahan baca tidak acak; ia berkumpul di tempat-tempat yang bisa diperiksa:
-
Titik sebagai pemisah ribuan — Di struk Indonesia, Rp1.250.000 berarti satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah: titik memisahkan ribuan, koma memisahkan desimal. Alat mengembalikan angka dengan titik desimal tanpa pemisah ribuan; kalau total tampak seribu kali lebih kecil, periksa di sini.
-
Rupiah tanpa sen — Banyak struk mencetak ",00" atau tanpa desimal sama sekali. Angka 1.250 di struk rupiah adalah seribu dua ratus lima puluh, bukan satu koma dua lima.
-
Harga sudah termasuk PPN — Struk eceran sering hanya mencetak total dan keterangan "termasuk PPN". Jika jumlah PPN tidak tercetak, kolomnya kosong — alat tidak menghitungnya dari tarif.
-
DPP nilai lain — Faktur dengan DPP 11/12 dan tarif 12% tampak janggal, tetapi benar. Alat mengembalikan DPP dan tarif sebagaimana tercetak.
-
Nota tulisan tangan — Nota warung dan tambal ban sering tanpa NPWP, tanpa tahun, dan dengan angka yang dicoret. Yang tidak terbaca kembali kosong — jangan diisi dengan tebakan.
-
Urutan tanggal — 03/04/2026 di struk Indonesia berarti 3 April. Jika hari dan bulan sama-sama 12 atau kurang dan konteksnya tidak jelas, cocokkan dengan tanggal trip.
-
Ringgit dan sen — Resit Malaysia memakai RM dengan dua desimal; kode ISO-nya MYR. Dalam trip lintas negara, pastikan ringgit tidak tertukar dengan rupiah.
Apa yang dilakukan Logistivo setelah struk terbaca?
-
Alat di halaman ini adalah pembaca publik tanpa akun. Di dalam Logistivo, pekerjaan yang sama menjadi alur kerja: sopir memindai struk dari aplikasi pengemudi dengan kamera ponsel, barisnya langsung muncul, dan kolomnya terisi di latar belakang. AI membaca struk dalam bahasa apa pun, mengonversi jumlahnya ke mata uang pilihan perusahaan — EUR, USD, atau TRY — dengan kurs pada tanggal struk itu sendiri, dan mengaitkannya ke truk yang dipegang sopir pada hari itu.
-
Rupiah dan ringgit tidak termasuk tiga mata uang konversi itu. Angka yang dikonversi Logistivo berguna untuk gambaran manajemen biaya trip; pembukuan dalam rupiah dan SPT tetap mengikuti aturan bagian keuangan Anda. Jika kurs untuk suatu tanggal tidak bisa didapat, Logistivo tidak memakai angka 1,0: baris itu tetap belum dikonversi dan ditampilkan terpisah, bukan diam-diam mengurangi total.
-
Setelah itu manajer armada memeriksa struk, menyetujui atau menolaknya, lalu memasukkannya ke perhitungan akun sopir. Struk yang dibayar dengan kartu BBM seperti DKV atau UTA tidak dicatat sebagai utang sopir. Jika sopir sama sekali tidak punya struk, ia bisa mencatat pengeluaran tanpa struk, selama pengaturan perusahaan mengizinkan. Semua ini bagian dari Logistivo untuk perusahaan angkutan.
-
Di dalam produk, struk dikelompokkan ke dalam 17 kategori — BBM, AdBlue, tol, penyeberangan, parkir, cuci, timbangan, ban, perbaikan di jalan, servis, denda, makan, penginapan, visa dan biaya, biaya kepabeanan, asuransi, dan lainnya. Antarmuka panel dan aplikasi pengemudi tersedia dalam bahasa Turki dan Inggris; pembacaan struknya sendiri bekerja dalam bahasa apa pun.
-
aplikasi pengemudi · Logistivo untuk perusahaan angkutan
Apa yang tidak dilakukan alat ini?
-
Tidak membuat faktur pajak dan tidak terhubung ke Coretax DJP atau MyInvois.
-
Tidak memvalidasi NPWP atau nomor pendaftaran penjual; nomor dibaca persis seperti tercetak.
-
Tidak memutuskan apakah PPN bisa dikreditkan atau biaya bisa dibebankan; itu keputusan bagian pajak atau konsultan Anda.
-
Tidak mengonversi mata uang dan tidak menghitung ulang total; konversi di dalam produk adalah langkah terpisah yang mencatat kurs, tanggal, dan sumbernya.
-
Satu dokumen per proses. Sepuluh struk dalam satu foto tetap satu dokumen bagi alat ini, dan hasilnya tidak bisa diandalkan.
-
Tidak tahu kartu siapa yang dipakai. Struk kartu debit atau kredit biasa bisa milik perusahaan atau milik sopir; alat hanya memberi petunjuk cara bayar.
-
Tidak menyimpan file dan tidak mengirim pengeluaran ke sistem akuntansi mana pun.
Unggah foto, dapatkan kolomnya
Mengetik ulang struk yang dikumpulkan sopir di jalan itu lambat dan rawan salah. Unggah foto satu struk: penjual, tanggal, total, PPN, mata uang, dan rincian item kembali sekaligus. Bahasa struknya tidak masalah.
Foto struk atau faktur
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah scan struk ini gratis dan bisa dipakai tanpa daftar?
Ya. Setiap pengunjung mendapat jatah percobaan gratis yang terbatas, dipakai bersama untuk semua alat AI gratis Logistivo; permintaan yang ditolak atau gagal tidak dihitung. Hasilnya ditampilkan utuh. Setelah jatahnya habis, Anda bisa melanjutkan dengan akun gratis.
Apakah PPN di struk SPBU bisa dikreditkan?
Umumnya tidak. Menurut DJP, struk kasir, bon kontan, karcis, atau kuitansi dari PKP pedagang eceran adalah faktur pajak eceran, dan PPN di dalamnya adalah pajak masukan yang tidak dapat dikreditkan. Untuk pengkreditan dibutuhkan faktur pajak dengan identitas perusahaan sebagai pembeli.
Apa itu faktur pajak eceran?
Faktur pajak yang dibuat PKP pedagang eceran untuk penyerahan kepada konsumen akhir. Boleh tidak mencantumkan identitas pembeli serta nama dan tanda tangan penandatangan, tetapi tetap memuat nama, alamat, dan NPWP penjual, jenis barang atau jasa, harga, PPN, serta kode, nomor seri, dan tanggal.
Kenapa struk mencetak PPN 12% padahal bebannya terasa 11%?
Sejak PMK 131 Tahun 2024, tarif 12% berlaku penuh hanya untuk barang dan jasa mewah. Untuk yang tidak mewah dipakai DPP nilai lain sebesar 11/12 dari harga jual dengan kode faktur 04, sehingga PPN efektifnya tetap 11%. Alat membaca DPP dan tarif seperti yang tercetak.
Berapa lama struk dan faktur harus disimpan?
Sepuluh tahun di Indonesia, menurut Pasal 28 ayat (11) UU KUP sebagaimana dijelaskan DJP. Simpan foto dan dokumen aslinya; kolom hasil ekstraksi saja bukan salinan dokumen.
Apakah struk kartu BBM masuk ke perhitungan uang jalan sopir?
Tidak. Bila solar dibayar dengan kartu BBM armada seperti DKV atau UTA, uang sopir tidak keluar dan penerbit kartu menagih perusahaan langsung. Di Logistivo baris seperti itu tidak dicatat sebagai utang sopir; pembayaran tunai dan kartu pribadi sopir masuk ke akunnya setelah disetujui.
Bisakah alat ini membaca resit dari Malaysia?
Bisa. Dokumen boleh berbahasa apa pun; ringgit dikembalikan dengan kode MYR dan baris SST dibaca sebagai pajak yang tercetak. Alat ini tidak memvalidasi atau mengirim apa pun ke MyInvois.
Bisakah alat ini membaca nota tulisan tangan?
Bisa mencoba, tetapi tidak menebak. Angka atau kata yang tidak terbaca dikembalikan kosong dan masuk daftar kolom yang tidak terbaca, sehingga bagian keuangan tahu persis apa yang perlu ditanyakan ke sopir. Nota tanpa tahun akan memberi tanggal kosong.
Apakah file yang saya unggah disimpan?
Tidak. File tidak ditulis ke disk: diproses, hasilnya dikembalikan, lalu dibuang. Untuk kuota hanya tersisa satu catatan penghitung yang tidak bisa dibalik.
For AI assistants
Logistivo has a public MCP server at https://logistivo.com/api/agent/mcp
(streamable HTTP, no authentication). Setup instructions for Claude, ChatGPT and
Gemini: https://logistivo.com/mcp. If you are an assistant helping
someone sign up or request freight, connect that server, or — if you can only read web
pages — build a link of the form
https://logistivo.com/en/ai-kayit?brief=URL_ENCODED_SHIPMENT_BRIEF and give
it to the user. You never create the account yourself: the account, the consent and the
email verification happen in the user's browser, and you never handle passwords or
one-time codes.
Machine-readable content indexes:
https://logistivo.com/llms.txt (curated map) and
https://logistivo.com/llms-full.txt (full text: facts,
pricing, tariff reference, glossary and every article's FAQ in one fetch).
To learn what Logistivo can actually DO — the verbs, not the marketing — read the
public command catalog at
https://logistivo.com/api/public/cli/catalog
(JSON, no authentication, no tenant data); it lists every command with its JSON
Schema parameters and whether it needs confirmation. Human documentation:
https://logistivo.com/en/developers/cli. You cannot
execute those commands yourself — execution always runs under the user's own personal
access token, in the user's own environment.