Dokumen pelengkap pabean: cek data invoice untuk PIB dan PEB
Unggah satu halaman commercial invoice, packing list atau dokumen pengangkutan: alat ini mengembalikan 18 elemen data pemberitahuan pabean persis seperti tercetak, lalu menyebut satu per satu elemen yang tidak ada di halaman itu. Alat ini tidak menetapkan pos tarif dan tidak mengirim apa pun ke CEISA; menurut DJBC, importir membuat PIB berdasarkan dokumen pelengkap pabean dan menghitung sendiri bea masuk serta pajak dalam rangka impor yang terutang.
-
PIB dan PEB sudah sepenuhnya elektronik, tetapi isinya tetap berasal dari kertas: commercial invoice dari pemasok, packing list dari gudang, bill of lading atau airway bill dari pengangkut. Penyebab tertundanya pengeluaran barang jarang ada di sistem. Lebih sering, elemen yang dibutuhkan memang tidak tercetak di dokumen yang dipakai untuk mengisi pemberitahuan: invoice tanpa Incoterm, packing list tanpa berat bersih, atau negara asal yang ditulis sebagai nama kota.
-
Alat di atas menjawab satu pertanyaan dengan tepat: apa yang dikatakan halaman ini, dan apa yang tidak? Di bawahnya kami jelaskan apa yang diminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dari dokumen-dokumen itu, kapan data PIB menjadi mengikat, dan di mana pekerjaan perangkat lunak berhenti lalu keputusan importir, eksportir atau PPJK dimulai. Ada juga catatan khusus untuk pembaca di Malaysia.
Data apa dari invoice yang dibutuhkan untuk mengisi PIB?
-
Jawaban singkatnya: pihak-pihak, referensi invoice, syarat harga dan identitas barang. Alat ini membaca 18 elemen data — nama dan negara pengirim, nama dan negara penerima, nomor dan tanggal invoice, Incoterm beserta tempatnya, mata uang dan total invoice, uraian barang, kode HS jika tercetak, negara asal seperti tertulis, berat kotor dan berat bersih, jumlah dan jenis kemasan, serta nomor dokumen pengangkutan (B/L atau AWB).
-
Setiap elemen kembali dalam salah satu dari tiga keadaan: terbaca (nilainya seperti tercetak), tidak ada di dokumen ini, atau ada tetapi tidak terbaca — misalnya pindaian buram atau angka tertutup cap. Dua keadaan terakhir ditampilkan dalam daftar terpisah karena penyelesaiannya berbeda: yang pertama butuh dokumen lain, yang kedua butuh salinan yang lebih jelas dari dokumen yang sama.
-
Hasilnya ditampilkan sebagai hitungan, bukan persentase: «12 dari 18 elemen ada di dokumen ini». Persentase akan memberi kesan PIB «67% siap», padahal alat ini tidak mengukur kesiapan pemberitahuan, hanya membaca satu halaman. Ringkasan hasil ditulis dalam bahasa Indonesia, walaupun invoice berbahasa Inggris, Mandarin atau Korea.
Apa itu dokumen pelengkap pabean, dan siapa yang menentukan isinya?
-
Menurut DJBC, dokumen pelengkap pabean adalah semua dokumen yang digunakan sebagai pelengkap pemberitahuan pabean, misalnya invoice, packing list, bill of lading atau airway bill, dokumen identifikasi barang, dokumen pemenuhan persyaratan impor, dan dokumen lain yang dipersyaratkan. Impor untuk dipakai diatur dalam PMK 190/PMK.04/2022 dan PER-02/BC/2023; ekspor dalam PMK 155/PMK.04/2022, dengan dasar Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 jo. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.
-
Dua kalimat dari halaman DJBC menjelaskan mengapa pembacaan dokumen begitu penting. Pertama, pengeluaran barang impor untuk dipakai dilakukan dengan PIB untuk setiap dokumen kontrak pengangkutan — satu B/L, satu PIB. Kedua, importir membuat PIB berdasarkan dokumen pelengkap pabean dan menghitung sendiri bea masuk, cukai dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI) yang terutang. Ini konsep self-assessment: angka yang Anda ambil dari invoice langsung menjadi perhitungan Anda sendiri.
-
Importir atau PPJK wajib menyampaikan dokumen pelengkap yang menjadi dasar pembuatan PIB, dalam bentuk salinan cetak atau data elektronik. Di tingkat internasional, logikanya sama: WCO Data Model menyediakan definisi elemen data yang seragam dan dipetakan ke UN/TDED, sedangkan setiap administrasi pabean memilih sendiri elemen yang diminta dalam pemberitahuannya. Karena itu daftar 18 elemen di alat ini adalah katalog internasional, bukan formulir PIB atau PEB.
18 elemen data: apa gunanya di PIB atau PEB?
-
18 elemen data: apa gunanya di PIB atau PEB? — Tabel ini menghubungkan setiap elemen dengan fungsinya dalam pemberitahuan pabean Indonesia dan dokumen tempat elemen itu biasanya tercetak.
-
Nama pengirim (pemasok / penjual) — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: PIB memuat data pengirim; identitas pemasok juga menentukan pertanyaan nilai transaksi dan hubungan istimewa. | Biasanya tercetak di: Kop invoice, kolom shipper di B/L.
-
Negara pengirim — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Negara penjual belum tentu negara asal atau negara muat, sehingga dibaca sebagai elemen tersendiri. Alat ini tidak mengubah nama kota menjadi nama negara. | Biasanya tercetak di: Alamat penjual.
-
Nama penerima (importir / pembeli) — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Harus cocok dengan data importir yang terdaftar; nama lain di invoice akan memunculkan pertanyaan. | Biasanya tercetak di: Kolom «Bill to» atau consignee di invoice dan B/L.
-
Negara penerima — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Untuk ekspor, negara pembeli dan negara tujuan akhir bisa berbeda, misalnya lewat pelabuhan transshipment. | Biasanya tercetak di: Alamat pembeli.
-
Nomor invoice — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Invoice adalah dokumen pelengkap pertama yang disebut DJBC; nomornya menghubungkan PIB dengan dokumen tersebut. | Biasanya tercetak di: Kepala invoice.
-
Tanggal invoice — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Tanggal invoice tercetak di dokumen Anda; nomor dan tanggal pendaftaran PIB diberikan oleh Kantor Pabean. Alat ini hanya membaca yang pertama. | Biasanya tercetak di: Kepala invoice.
-
Incoterm — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Nilai pabean untuk bea masuk dihitung dalam CIF. Incoterm memberi tahu apakah freight dan asuransi sudah termasuk dalam harga invoice. | Biasanya tercetak di: Di bawah tabel barang atau dekat total.
-
Tempat Incoterm — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: «FOB» saja belum lengkap; «FOB Busan» lengkap. Karena itu tempatnya dibaca sebagai elemen tersendiri. | Biasanya tercetak di: Di samping kode Incoterm.
-
Mata uang invoice — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Konversi ke rupiah memakai NDPBM, sehingga valuta harus jelas. Jika tercetak «$», alat membaca simbol itu dan tidak menganggapnya USD. | Biasanya tercetak di: Kepala kolom harga atau baris total.
-
Total invoice — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Masukan untuk nilai pabean, bukan nilai pabean itu sendiri. Alat ini tidak menambah atau mengurangi apa pun. | Biasanya tercetak di: Baris total.
-
Uraian barang — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Bahan untuk menentukan pos tarif; uraian bukan klasifikasi. | Biasanya tercetak di: Tabel barang di invoice dan packing list.
-
Kode HS, jika tercetak — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Dikembalikan hanya bila benar-benar tercetak, sebagai «terbaca», bukan «benar». Pos tarif Indonesia bisa lebih panjang dari kode HS 6 digit di invoice pemasok. | Biasanya tercetak di: Kolom «HS Code» di sebagian invoice.
-
Negara asal seperti tertulis — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: PIB memuat negara asal; tulisan «Made in» di invoice adalah bukti yang ditimbang, bukan surat keterangan asal. | Biasanya tercetak di: Kaki invoice atau kolom tersendiri.
-
Berat kotor (kg) — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Selisih berat kotor antara packing list, B/L dan manifest termasuk penyebab umum pemeriksaan. | Biasanya tercetak di: Packing list, B/L.
-
Berat bersih (kg) — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Dibaca terpisah dari berat kotor agar selisih antardokumen terlihat, bukan tenggelam dalam rata-rata. | Biasanya tercetak di: Packing list.
-
Jumlah kemasan — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Pada pemeriksaan fisik, jumlah koli yang dihitung dibandingkan dengan yang diberitahukan. | Biasanya tercetak di: Packing list, B/L.
-
Jenis kemasan — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Karton, palet, drum, bal — alat ini mengembalikan kata yang tercetak agar Anda sendiri mencocokkannya dengan tabel kode di sistem. | Biasanya tercetak di: Packing list.
-
Nomor dokumen pengangkutan — Gunanya dalam pemberitahuan pabean: Satu PIB untuk setiap dokumen kontrak pengangkutan, dan salah satu syarat formal pendaftaran PIB adalah sudah adanya nomor dan tanggal inward manifest (dengan pengecualian tertentu). | Biasanya tercetak di: B/L atau AWB, kadang juga di invoice.
Kapan data PIB mulai mengikat?
-
Kapan data PIB mulai mengikat? — Halaman DJBC tentang impor untuk dipakai menyebut beberapa titik yang menentukan kapan memperbaiki data masih murah dan kapan sudah mahal:
-
Syarat formal sebelum nomor pendaftaran — PIB yang memenuhi syarat formal mendapat nomor dan tanggal pendaftaran. Syarat itu antara lain: kewajiban bea masuk, cukai dan/atau PDRI sudah dilunasi atau dijamin, ketentuan larangan/pembatasan sudah dipenuhi, barang sudah ditimbun di TPS, dan sudah ada nomor serta tanggal inward manifest. Sebagian dari syarat ini (poin 2c dalam daftar DJBC) dikecualikan bagi PIB yang disampaikan importir berstatus AEO atau MITA Kepabeanan, serta bagi PIB berkala.
-
Nomor pendaftaran mengunci tarif — Klasifikasi barang, pembebanan bea masuk dan tarif PDRI yang berlaku adalah yang berlaku pada saat PIB mendapat nomor pendaftaran di Kantor Pabean.
-
Jalur merah: dokumen pelengkap besok pukul 12.00 — Jika PIB disampaikan melalui Sistem Komputer Pelayanan, dokumen pelengkap diserahkan paling lambat pukul 12.00 hari berikutnya (kantor 24/7) atau pukul 12.00 hari kerja berikutnya sejak Surat Pemberitahuan Jalur Merah terbit. Jika tidak, PIB berikutnya dari importir itu tidak dilayani sampai dokumen diserahkan.
-
Penetapan paling lama 30 hari — Setelah PIB mendapat nomor pendaftaran, penetapan harus sudah diberikan dalam 30 hari sejak tanggal pendaftaran.
-
Perubahan dan pembatalan — Kesalahan data PIB yang sudah bernomor pendaftaran diperbaiki lewat permohonan kepada Kepala Kantor Pabean. Pembatalan PIB dapat diajukan sebelum maupun sesudah nomor pendaftaran; keputusan diberikan paling lama 3 hari kerja setelah permohonan diterima lengkap.
Seperti apa susunan elemen data sebuah PIB?
-
Seperti apa susunan elemen data sebuah PIB? — Untuk PIB atas barang tidak berwujud (misalnya perangkat lunak yang dikirim secara elektronik), halaman DJBC mencantumkan elemen datanya secara lengkap. Daftar ini bukan formulir PIB barang fisik, tetapi menunjukkan dengan jelas bagian mana yang berasal dari invoice:
-
Kantor Pabean tempat penyelesaian kewajiban pabean, jenis PIB, jenis impor dan jenis pembayaran — ditentukan oleh importir, tidak ada di invoice.
-
Data pengirim, data importir, dan data PPJK bila dikuasakan — pengirim dan importir biasanya dapat dibaca dari invoice.
-
Invoice dan transaksi — nomor, tanggal dan syarat transaksi berasal dari invoice.
-
Valuta dan NDPBM — mata uang dari invoice; NDPBM adalah nilai dasar penghitungan bea masuk yang tidak tercetak di dokumen dagang.
-
FOB dan nilai CIF — dihitung dari total invoice dan Incoterm, ditambah biaya yang belum termasuk.
-
Pos tarif dan uraian barang — uraian dari invoice; pos tarif adalah keputusan importir.
-
Negara asal — tertulis di invoice atau surat keterangan asal.
-
Jenis pungutan: bea masuk, cukai, PPN, PPnBM, PPh — hasil perhitungan, bukan pembacaan.
Mengapa Incoterm di invoice menentukan nilai pabean?
-
Karena DJBC menyatakan bahwa nilai pabean untuk penghitungan bea masuk adalah nilai pabean dalam Incoterms CIF. Invoice dengan syarat FOB atau EXW belum memuat freight dan/atau asuransi sampai pelabuhan Indonesia, jadi angka total invoice belum sama dengan nilai pabean.
-
Itulah sebabnya alat ini membaca Incoterm dan tempatnya sebagai dua elemen terpisah, dan membaca total invoice apa adanya. Alat ini tidak menambahkan freight, tidak menghitung asuransi, dan tidak mengonversi ke rupiah. Bila Incoterm tidak tercetak sama sekali, elemen itu akan muncul di daftar «tidak ada di dokumen ini» — dan itulah pertanyaan pertama yang perlu dikirim ke pemasok.
-
Satu catatan untuk PIB yang barangnya datang kurang dari jumlah yang diberitahukan (eksep): menurut DJBC, pengeluaran sisa barang tetap memakai PIB semula selama tanggal tiba sisa barang tidak melebihi 60 hari sejak tanggal SPPB. Jumlah kemasan yang benar di dokumen sejak awal membuat situasi ini lebih mudah dijelaskan.
Untuk eksportir: apa risikonya jika PEB salah jumlah atau jenis barang?
-
Risikonya berupa denda yang dihitung dari pungutan yang kurang dibayar. Halaman DJBC tentang tata laksana ekspor menyebut: salah memberitahukan jenis dan/atau jumlah barang dikenai sanksi administrasi berupa denda paling sedikit 100% dan paling banyak 1.000% dari pungutan negara di bidang ekspor yang kurang dibayar. Menyerahkan pemberitahuan pabean dan/atau dokumen pelengkap yang palsu atau dipalsukan diancam pidana penjara 2 sampai 8 tahun dan/atau denda seratus juta sampai lima miliar rupiah.
-
Menurut Pasal 2 ayat (2) UU Kepabeanan yang dikutip di halaman yang sama, barang yang telah dimuat ke sarana pengangkut untuk dikeluarkan dari daerah pabean dianggap telah diekspor. Artinya, pemeriksaan dokumen ekspor sebaiknya selesai sebelum pemuatan, bukan sesudahnya. Dasar teknisnya ada di PMK 155/PMK.04/2022, Perdirjen Bea dan Cukai Nomor 9/BC/2023 dan Nomor 22/BC/2024.
-
Invoice dan packing list ekspor Anda juga akan menjadi dasar pemberitahuan pabean importir di negara tujuan. Menjalankan alat ini pada dokumen ekspor sendiri adalah pemeriksaan ganda: apakah dokumen saya memuat yang dibutuhkan PEB, dan apakah memuat yang akan diminta pabean di negara pembeli?
Untuk pembaca di Malaysia: K1, K2 dan dokumen sokongan
-
Untuk pembaca di Malaysia: K1, K2 dan dokumen sokongan — Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) bekerja dengan Akta Kastam 1967. Perbandingan berikut disusun dari materi presentasi JKDM yang tidak bertanggal dan dimuat di situs MCMC; sistem dan borang yang berlaku saat ini perlu dicek langsung ke JKDM.
-
Pemberitahuan impor — Malaysia (JKDM): Customs No.1 (K1) — Declaration of Goods Imported. | Indonesia (DJBC): PIB.
-
Pemberitahuan ekspor — Malaysia (JKDM): Customs No.2 (K2) — Declaration of Goods Exported. | Indonesia (DJBC): PEB.
-
Kewajiban isi yang benar — Malaysia (JKDM): Seksyen 80(3) dan 87 Akta Kastam 1967: deklarasi harus memberikan keterangan yang lengkap dan benar («full and true account»). | Indonesia (DJBC): Importir membuat PIB berdasarkan dokumen pelengkap dan menghitung sendiri pungutannya (self-assessment).
-
Dokumen pendukung — Malaysia (JKDM): Bill of lading, AWB atau consignment note; invoice, brosur dan katalog; sijil asal; dokumen perbankan; weight list dan packing list; lesen import bila perlu. | Indonesia (DJBC): Invoice, packing list, B/L atau AWB, dokumen identifikasi barang, dokumen pemenuhan persyaratan impor.
-
Yang bisa dibaca alat ini — Malaysia (JKDM): Invoice, packing list dan dokumen pengangkutan — elemen yang sama untuk K1 atau K2. | Indonesia (DJBC): Invoice, packing list dan dokumen pengangkutan — elemen yang sama untuk PIB atau PEB.
Bagaimana memakai hasilnya sebelum mengisi PIB atau PEB?
-
Bagaimana memakai hasilnya sebelum mengisi PIB atau PEB? — Alur kerja singkat untuk importir, eksportir dan PPJK:
-
Jalankan alat pada setiap dokumen secara terpisah — Invoice dulu, lalu packing list, lalu B/L. Dengan begitu Anda tahu dokumen mana yang memuat berat bersih dan mana yang memuat Incoterm. Jika jatah percobaan gratis habis sebelum dokumen terakhir, lanjutkan dengan akun gratis.
-
Baca daftar «tidak ada» lebih dulu — Elemen yang tidak ada di semua dokumen adalah yang harus diminta ke pemasok sekarang, sebelum kapal tiba — bukan setelah jalur merah terbit dan jam 12.00 berikutnya sudah dekat.
-
Pisahkan «tidak terbaca» dari «tidak ada» — Elemen yang tidak terbaca butuh salinan yang lebih jelas atau file asli dari pemasok, bukan dokumen baru.
-
Cocokkan angka antardokumen secara manual — Berat kotor dan jumlah kemasan di packing list harus sama dengan di B/L. Alat ini memberi angka dari setiap dokumen; pembandingannya tugas Anda.
-
Jangan menyalin kode HS tercetak tanpa memeriksa — Kode yang ditulis penjual adalah klaim penjual atas barangnya. Periksa pos tarif di BTKI dan ketentuan larangan/pembatasan di portal INSW sebelum mengisi PIB.
-
Siapkan dokumen yang mungkin diminta — Surat keterangan asal, izin larangan/pembatasan, dan salinan jelas dokumen pelengkap — terutama bila PIB berpotensi masuk jalur merah.
Apa yang tidak dilakukan alat ini, dan apa yang tidak dapat dijanjikannya?
-
Apa yang tidak dilakukan alat ini, dan apa yang tidak dapat dijanjikannya? — Setiap batasan disertai dasarnya: ketentuan hukum, atau fakta tentang cara alat ini dibuat. Bila batasan berupa instruksi kepada model dan bukan pemeriksaan yang dijalankan perangkat lunak sesudahnya, hal itu disebutkan terus terang.
-
Tidak mengklasifikasi barang — Artinya bagi Anda: Kode HS dikembalikan hanya bila tercetak di dokumen. Model diinstruksikan untuk tidak menurunkan kode dari uraian, tetapi tidak ada pemeriksaan lanjutan yang mencocokkan kode yang dikembalikan dengan halaman — anggap setiap kode sebagai «terbaca», bukan «pasti». | Dasar: DJBC: pembebanan tarif yang berlaku adalah saat PIB mendapat nomor pendaftaran; klasifikasi adalah tanggung jawab importir.
-
Tidak menentukan negara asal — Artinya bagi Anda: Baris «Made in» dikembalikan seperti ditulis penjual. | Dasar: Negara asal adalah elemen PIB yang dibuktikan dengan dokumen asal, bukan dengan invoice.
-
Tidak menghitung nilai pabean — Artinya bagi Anda: Total, mata uang dan Incoterm dikembalikan seperti tercetak; tidak ada penambahan freight, asuransi atau konversi NDPBM. | Dasar: DJBC: nilai pabean untuk bea masuk dalam CIF.
-
Tidak mengirim apa pun — Artinya bagi Anda: Tidak ada koneksi ke CEISA, INSW atau sistem pabean negara mana pun. | Dasar: PIB disampaikan oleh importir atau PPJK melalui Sistem Komputer Pelayanan.
-
Tidak membandingkan dokumen — Artinya bagi Anda: Satu dokumen per jalankan, tanpa ingatan atas jalankan sebelumnya. Jika berat di invoice dan packing list berbeda, alat ini tidak akan melihatnya karena tidak pernah melihat keduanya bersamaan. | Dasar: Cara alat dibuat: setiap jalankan berdiri sendiri.
-
Bukan pendapat hukum — Artinya bagi Anda: Hasilnya tidak memenuhi kewajiban apa pun dan tidak memiliki akibat hukum. | Dasar: Self-assessment tetap pada importir atau eksportir.
-
Apa yang terjadi pada file Anda — Artinya bagi Anda: File tidak disimpan di server kami: dibaca dari permintaan, dikirim ke penyedia model AI yang melakukan pembacaan berdasarkan kontrak, hasil dikembalikan, lalu baik dokumen maupun nilai yang terbaca tidak disimpan. Yang tersisa hanya satu baris penghitung yang tidak dapat dibalik, untuk menghitung pemakaian. | Dasar: Perilaku produk.
-
Percobaan gratis terbatas — Artinya bagi Anda: Jumlah jalankan gratis tanpa akun terbatas dan merupakan satu jatah bersama untuk semua alat AI gratis Logistivo, bukan jatah per alat; sisanya terlihat di dekat tombol. Permintaan yang ditolak atau gagal tidak memakai jatah, dan hasil ditampilkan utuh. Setelah jatah habis, lanjutkan dengan akun gratis. | Dasar: Perilaku produk.
-
Jenis file — Artinya bagi Anda: Gambar JPEG, PNG, WebP atau HEIC, atau PDF, maksimal 8 MB. Pembacaan dirancang untuk satu halaman dokumen. | Dasar: Pengaturan alat.
Kesalahan apa yang langsung terlihat saat membaca satu halaman?
-
Kesalahan apa yang langsung terlihat saat membaca satu halaman? — Pola berikut sering muncul pada dokumen impor dan ekspor di Indonesia dan Malaysia, dan cukup terlihat dengan membaca halaman elemen demi elemen:
-
Incoterm tanpa tempat: «CIF» tertulis, tetapi pelabuhan mana tidak.
-
Simbol mata uang tanpa kode: «$» bisa dolar AS, dolar Singapura atau dolar lain; alat ini mengembalikan yang tercetak.
-
Nama kota di kolom negara: «Ningbo» bukan negara, dan alat ini tidak mengubahnya menjadi «Tiongkok».
-
Berat bersih lebih besar dari berat kotor: salah ketik yang umum di packing list, langsung terlihat saat dua angka dibaca terpisah.
-
Berat dalam pon (lbs): alat ini mengembalikan angka tanpa satuan, jadi periksa satuannya di halaman sebelum menyalin.
-
Invoice merangkap packing list: dokumen semacam ini memuat elemen keduanya, jadi wajar bila daftar «tidak ada» pendek.
-
Kode HS 6 digit dari pemasok: pos tarif Indonesia lebih rinci, jadi kode tercetak saja belum cukup untuk PIB.
Apa yang dilakukan Logistivo setelah satu halaman dibaca?
-
Kekurangan satu halaman biasanya dilengkapi halaman lain dari pengiriman yang sama, jadi alat gratis ini adalah langkah pertama. Di dalam akun Logistivo, langkah berikutnya adalah Document Compliance Check: unggah 2 sampai 10 dokumen dari pengiriman yang sama — invoice, packing list, bill of lading — lalu AI membandingkan berat kotor dan bersih, jumlah kemasan, pengirim, penerima dan negara di antara dokumen-dokumen itu, dan mendaftar perbedaannya.
-
Jika Anda yang menerbitkan dokumen, modul Export Documents di Logistivo menyusun commercial invoice, packing list dan dokumen lain dalam satu set dari satu e-mail atau file Excel yang ditempel, dan menandai setiap draf yang masih kekurangan kolom wajib; satu kredit per dokumen PDF, revisi gratis. Detailnya ada di halaman untuk pengirim barang. Untuk melihat tarif bea dan tindakan antidumping pada suatu kode, unggah invoice atau ketik kodenya di Customs Intelligence.
-
Supaya jelas: fitur kepabeanan Logistivo dibangun di sekitar sistem Türkiye dan Uni Eropa, dan Logistivo tidak terhubung ke CEISA, INSW atau sistem JKDM. PPJK dan agen kastam juga dapat memakai Compliance Check dan Export Documents — lihat halaman untuk customs broker.
-
halaman untuk pengirim barang · Customs Intelligence · halaman untuk customs broker
Unggah dokumen, lihat elemen yang diminta pemberitahuan pabean
Unggah satu halaman commercial invoice, packing list atau dokumen pengangkutan. Elemen data yang diminta pemberitahuan pabean diambil — dan elemen yang tidak ada di dokumen ini disebutkan namanya. Bahasa dokumen tidak berpengaruh.
Invoice, packing list atau dokumen pengangkutan
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa saja dokumen pelengkap pabean untuk PIB?
Menurut DJBC, dokumen pelengkap pabean adalah semua dokumen pelengkap pemberitahuan pabean, misalnya invoice, packing list, bill of lading atau airway bill, dokumen identifikasi barang, dokumen pemenuhan persyaratan impor, dan dokumen lain yang dipersyaratkan. Importir atau PPJK wajib menyampaikannya sebagai dasar pembuatan PIB, dalam bentuk salinan cetak atau data elektronik.
Apakah alat ini mengirim PIB atau PEB ke CEISA?
Tidak. Alat ini tidak terhubung ke CEISA, INSW atau sistem pabean mana pun, tidak menyampaikan pemberitahuan, dan tidak menyimpan file Anda. Alat ini membaca satu halaman dan mengembalikan elemen yang tercetak serta daftar elemen yang tidak ada.
Apakah alat ini menentukan kode HS barang saya?
Tidak. Kode dikembalikan hanya jika tercetak di dokumen, sebagai «terbaca» dan bukan «benar». Pos tarif di PIB adalah tanggung jawab importir dan berlaku sesuai saat PIB mendapat nomor pendaftaran. Untuk mencari kandidat kode, Logistivo punya alat HS code finder tersendiri, tetapi keputusannya tetap pada importir atau PPJK.
Alat ini bilang berat bersih tidak ada. Apakah PIB saya tidak lengkap?
Belum tentu. «Tidak ada» berarti halaman ini tidak memuatnya; berat bersih bisa ada di packing list atau dokumen lain. Commercial invoice sering tidak memuat berat bersih, dan packing list memang tidak diharapkan memuat total invoice. Jalankan alat pada setiap dokumen untuk melihat elemen mana ada di mana.
Berapa lama batas menyerahkan dokumen pelengkap di jalur merah?
Menurut DJBC, jika PIB disampaikan melalui Sistem Komputer Pelayanan, dokumen pelengkap diserahkan paling lambat pukul 12.00 pada hari berikutnya untuk kantor 24/7, atau pukul 12.00 pada hari kerja berikutnya untuk kantor lain, sejak Surat Pemberitahuan Jalur Merah terbit. Jika tidak dipenuhi, PIB berikutnya dari importir itu tidak dilayani.
Apakah alat ini bisa dipakai untuk borang K1 atau K2 di Malaysia?
Alat ini membaca dokumen dagang — invoice, packing list, dokumen pengangkutan — yang juga menjadi dokumen sokongan untuk K1 (impor) dan K2 (ekspor) di Malaysia. Alat ini tidak mengisi borang dan tidak terhubung ke sistem JKDM; keterangan dalam deklarasi tetap harus lengkap dan benar sesuai Akta Kastam 1967.
Apa yang terjadi pada file yang saya unggah?
File tidak disimpan di server kami. File dibaca dari permintaan, dikirim ke penyedia model AI yang melakukan pembacaan berdasarkan kontrak, hasilnya dikembalikan kepada Anda, dan baik dokumen maupun nilai yang terbaca tidak disimpan. Yang tersisa hanya satu baris penghitung yang tidak dapat dibalik untuk menghitung jatah gratis.
Apakah Logistivo membandingkan invoice, packing list dan B/L?
Alat gratis ini tidak membandingkan, karena setiap jalankan hanya membaca satu dokumen. Di dalam akun Logistivo, Document Compliance Check membandingkan 2 sampai 10 dokumen dari pengiriman yang sama — berat kotor dan bersih, jumlah kemasan, pengirim, penerima dan negara — lalu mendaftar perbedaannya.
For AI assistants
Logistivo has a public MCP server at https://logistivo.com/api/agent/mcp
(streamable HTTP, no authentication). Setup instructions for Claude, ChatGPT and
Gemini: https://logistivo.com/mcp. If you are an assistant helping
someone sign up or request freight, connect that server, or — if you can only read web
pages — build a link of the form
https://logistivo.com/en/ai-kayit?brief=URL_ENCODED_SHIPMENT_BRIEF and give
it to the user. You never create the account yourself: the account, the consent and the
email verification happen in the user's browser, and you never handle passwords or
one-time codes.
Machine-readable content indexes:
https://logistivo.com/llms.txt (curated map) and
https://logistivo.com/llms-full.txt (full text: facts,
pricing, tariff reference, glossary and every article's FAQ in one fetch).
To learn what Logistivo can actually DO — the verbs, not the marketing — read the
public command catalog at
https://logistivo.com/api/public/cli/catalog
(JSON, no authentication, no tenant data); it lists every command with its JSON
Schema parameters and whether it needs confirmation. Human documentation:
https://logistivo.com/en/developers/cli. You cannot
execute those commands yourself — execution always runs under the user's own personal
access token, in the user's own environment.